Rapat Koordinasi Terpadu di Banyuwangi: Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Transformasi Kesehatan Jawa Timur

Dalam rangka mendorong tercapainya program kesehatan di daerah agar sesuai dengan perencanaan dan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, Sekretariat Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan bersama Sekretariat Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Terpadu Pembinaan Wilayah Provinsi Jawa Timur pada Rabu (4/9) di Banyuwangi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari terhitung mulai tanggal 4 sampai 6 September 2024 ini, diikuti oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, seluruh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Timur, Poltekkes Surabaya, Poltekkes Malang, peserta kantor pusat Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan dan unit utama lainnya.
Rapat Koordinasi Terpadu Pembinaan Wilayah ini merupakan wadah bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk berdiskusi, memperoleh informasi terkait progres cakupan program prioritas dan/atau transformasi kesehatan di masing-masing Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Timur, serta mengidentifikasi berbagai kendala dalam penyelenggaraan program kesehatan.
“Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat teridentifikasi upaya solusi yang akan diakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi” tegas Albertus Yudha Poerwadi, Sekretaris Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan dalam sambutannya.
Melalui identifikasi kendala dan upaya solusi yang akan dilakukan tentu memberikan dampak besar dalam penyelenggaraan program kesehatan di Provinsi Jawa Timur kedepannya. “Pembangunan kesehatan yang menjadi tujuan dasar dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat, kami terus berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan yang modern, namun tetap terjangkau, mudah, dan cepat” ungkap Mujiono, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi.
Selama berlangsungnya kegiatan, dapat teridentifikasi bahwa Provinsi Jawa Timur menghadapi berbagai tantangan dalam proses pencapaian transformasi kesehatan, diantaranya masalah Sumber Daya Manusia, teknologi, dan pembiayaan. Kendati demikian, pemerintah daerah terus berkomitmen dan mengupayakan solusi strategis untuk peningkatan layanan.
Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia, Diono Sosilo dalam sesi penutupan menyampaikan harapan agar pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan dapat saling berkolaborasi dengan maksimal guna pencapaian transformasi kesehatan.
“Sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci utama untuk memastikan pencapaian target yang lebih optimal dan berkelanjutan” ungkapnya.
Seleksi Kolegium Kolegium Kesehatan Indonesia
Penyusunan Bezetting dan Formasi ASN Tahun 2024 di Lingkungan Ditjen Nakes
AKSELARASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) BERBASIS RUMAH...