Perancangan Program Fellowship dalam Pemenuhan Kebutuhan SDM Kesehatan

Bali, 27 September 2024 - Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Workshop Perencanaan Penyelenggaraan Fellowship Bidang Kesehatan tahun 2025 yang bertujuan untuk menyusun kebutuhan dan mengevaluasi penyelenggaraan Fellowship. Fellowship adalah Program penambahan kompetensi bagi dokter spesialis dan dokter gigi spesialis dengan kurikulum dan pencapaian kompetensi sebagian dari subspesialis terkait, dengan waktu paling singkat 6 bulan. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemenuhan dan pemerataan pelayanan subspesialistik di rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia, dengan menyediakan pendidikan baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini, Kemenkes bersama Kolegium telah bekerjasama dengan 22 Rumah Sakit Penyelenggara Fellowship di dalam negeri dan RS di luar negeri seperti Cina, Jepang, dan, India yang ditunjuk sebagai tempat menjalani program Fellowship Dokter Spesialis.
Dalam kegiatan ini, para peserta yang berasal dari RS Pengusul dan Penyelenggaran Fellowship dibekali pemahaman tentang pentingnya pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan sebagai enabler utama transformasi sistem kesehatan, terutama untuk layanan prioritas seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).
Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, Arianti Anaya dalam sambutannya menyampaikan “Pemerintah pusat maupun daerah perlu berkomitmen serta bahu-membahu, untuk memenuhi kebutuhan SDM kesehatan layanan prioritas ini. Koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang akan dilakukan pada pertemuan ini, saya harap dapat mensukseskan rangkaian penyelenggaraan program fellowship baik dari proses perencanaan, perekrutan, proses penyelenggaraan sampai dengan pendayagunaan lulusan. Sehingga hambatan atau tantangan yang dapat terjadi selama proses Penyelenggaraan program fellowship dapat dicarikan solusinya.”
Dalam penyelenggaraan program felowship ini, Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memberikan Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis yang telah diluncurkan secara resmi sejak 8 Mei 2023. Selain itu, Kemenkes juga menggulirkan Program Kolaborasi Fellowship-PGDS, yang menjaring dokter spesialis baru lulus untuk mengikuti fellowship dan kemudian ditugaskan pada rumah sakit jejaring KJSU-KIA. Ini diharapkan dapat mengatasi tantangan pemenuhan SDM di daerah-daerah yang terkendala, terutama di luar Jawa yang masih kekurangan dokter spesialis. Program ini dilakukan untuk pemenuhan SDM di Rumah Sakit yang mengalami kekosongan atau kekurangan dokter spesialis.
"Pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan yang kompeten adalah langkah penting untuk memastikan transformasi sistem kesehatan yang inklusif dan merata. Melalui program ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas tenaga medis, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia," ujar Arianti.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, diharapkan program ini mampu menciptakan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan. (AA/RR)
Seleksi Kolegium Kolegium Kesehatan Indonesia
Penyusunan Bezetting dan Formasi ASN Tahun 2024 di Lingkungan Ditjen Nakes
AKSELARASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) BERBASIS RUMAH...