PENGUATAN INTEGRASI LINTAS SEKTOR DENGAN FAKULTAS KEDOKTERAN

Pertemuan Penguatan Integrasi lintas sektor dengan Fakultas Kedokteran di selenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan pada tanggal 6 s/d 8 Maret 2024 di Bandung. Kegiatan ini merupakan bentuk upaya koordinasi lintas sektoral dalam rangka pemenuhan dan pemerataan dokter spesialis yang melakukan pelayanan kanker, jantung, stroke, uronefro, kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).
Kementerian Kesehatan menginisiasi komitmen untuk melakukan Transformasi Kesehatan sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses layanan kesehatan yang adil, bermutu dan berkualitas di seluruh pelosok negeri. Salah satu fokus program tersebut adalah pemenuhan dokter spesialis pada pelayanan KJSU-KIA. Alasan penting mengapa fokus pelayanan hanya pada KJSU-KIA yaitu karena kasus kematian saat ini di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh penyakit jantung, stroke, dan kanker tersebut.
Dirjen Tenaga Kesehatan, Arianti Anaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa Tahun 2024, Kementerian Kesehatan memberikan beasiswa kepada calon dokter spesialis-subspesialis sejumlah 830 peserta baru dan sejumlah 1000 peserta baru dari LPDP. Dengan adanya penambahan kuota beasiswa ini diharapkan dapat memenuhi kekurangan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat layanan kesehatan di seluruh pelosok tanah air.
Pertemuan ini pembahasan terkait Kebutuhan Dokter Spesialis Untuk Layanan KJSU-KIA, Pemenuhan Dokter Spesialis Untuk Layanan KJSU-KIA Melalui Beasiswa, Fellowship, PGDS, Formasi ASN, Penugasan dan Pendayagunaan Residen Senior. Hal lain yang dibahas dalam pertemuan ini ialah terkait Kebijakan Pembukaan Program Studi Dokter Spesialis di Indonesia, Penambahan Kuota Beasiswa PPDS di Fakultas Kedokteran, Pendayagunaan Dokter Spesialis (PPDS), Pembahasan Update Usulan Prodi Dokter Spesialis, Upaya Fakultas Kedokteran Dalam Rangka Mendukung Peningkatan Kuota Penerimaan PPDS, khususnya Kardiologi, Neurologi, Bedah Syaraf, dan Obgyn, Peningkatan Kuota Pendidikan Spesialis dan Distribusi Pendidikan Di Rumah Sakit Jejaring, serta Peran Fakultas Kedokteran Negeri dalam Pengampuan Prodi Baru Fakultas Kedokteran dan Prodi Spesialis Baru oleh Fakultas Kedokteran Negeri.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, yang hadir melalui daring mengungkapkan bahwa secara umum Indonesia masih kekurangan dokter spesialis serta masih rendahnya supply dokter spesialis. Saat ini hanya 23 dari 92 Fakultas Kedokteran yang memiliki Program Studi Dokter Spesialis. Semakin ke wilayah timur Indonesia, kekurangan makin terlihat. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kemenkes berupaya mempercepat jumlah dokter spesialis melalui penambahan pusat pendidikan dan membuka program studi spesialis baru.
Acara tersebut dihadiri oleh para Dekan dan Wakil Dekan dari 38 Fakultas Kedokteran Negeri, Direktur RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, para Eselon II di Lingkungan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan Para Ketua Tim Kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, serta PMO dan Passkas Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan.
Seleksi Kolegium Kolegium Kesehatan Indonesia
Penyusunan Bezetting dan Formasi ASN Tahun 2024 di Lingkungan Ditjen Nakes
AKSELARASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) BERBASIS RUMAH...