PENGELOLA KEHUMASAN DAN PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN DITJEN NAKES BERSATU MEMBANGUN SINERGITAS

Dalam rangka memperkuat kapasitas kehumasan dan perpustakaan dilingkungan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan. Tim Kerja Humas, Perpustakaan dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan (Ditjen Nakes) menyelenggarakan pertemuan rapat koordinasi pada tanggal 13 – 16 Maret 2024. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat membentuk forum komunikasi yang memudahkan koordinasi antar pengelola kehumasan dan perpustakaan di lingkungan Ditjen Nakes mencapai tujuan sebagai pembentuk citra organisasi dan penyampaian pesan bagi masyarakat.
Rapat Koordianasi Kehumasan dan Perpustakaan dibuka oleh Sekretaris Ditjen Nakes, Albertus Yudha Poerwadi, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kekuatan dari keberadaan pengelola kehumasan tidak terlepas dari sumber daya yang mumpuni. Selain itu, Albertus mengharapkan adanya peningkatan pemahaman dari para pengelola kehumasan tentang praktik baik dalam komunikasi kehumasan, serta memastikan bahwa seluruh pengelola kehumasan memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang isu-isu terkini, terutama yang berkaitan dengan program-program prioritas di Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan. Demikian pula bagi para pustakawan, diharapkan agar dapat mengidentifikasi peluang yang bisa meningkatkan layanan perpustakaan di masing-masing institusi pendidikan maupun pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan. Hal ini mencakup pengembangan koleksi yang lebih relevan, penyelenggaraan pelatihan atau workshop, maupun peningkatan aksesibilitas pustaka melalui platform digital.
Peserta yang hadir adalah staf Pengelola Kehumasan dan Pengelola perpustakaan di lingkungan Ditjen Nakes sebanyak 91 orang. Peserta dibagi ke dalam dua kelas, untuk peserta pengelola kehumasan mendapatkan berbagai materi seperti: Public Speaking dalam Kehumasan Pemerintah oleh Dhoni Kusmanhadji, Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Kesehatan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, serta Pengembangan Pembuatan Konten Media Sosial oleh dr. Alvin Saputra. Kemudian kelas bagi pengelola perpustakaan mendapatkan materi: Sosialisasi Terkait Peningkatan Kompetensi Pustakawan oleh narasumber dari Perpusnas RI, Taktik dan Teknik : Mengembangkan Strategi Efektif dalam Penulisan Ilmiah dan Visibilitas Professional oleh Safirotul Khoir, PhD., serta Sosialisasi Website Perpustakaan Ditjen Nakes dan pengisian data Perpustakaan dan Pustakawan di Lingkungan Ditjen Nakes.
Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini adalah sinergisitas unit utama dengan UPT daerah terkait pembinaan dan pendampingan pada pengelolaan pelayanan publik, standarisasi konten pada media sosial di Lingkungan Ditjen Nakes, serta Perumusan Penetapan Akreditasi Perpustakaan UPT Ditjen Nakes.
Kegiatan Rapat Koordinasi Kehumasan dan Perpustakaan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat peran humas dan pustakawan sebagai pilar utama dalam menciptakan informasi publik yang terpadu dan dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
Seleksi Kolegium Kolegium Kesehatan Indonesia
Penyusunan Bezetting dan Formasi ASN Tahun 2024 di Lingkungan Ditjen Nakes
AKSELARASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) BERBASIS RUMAH...