Pembekalan Untuk Peserta PIDI dan PIDGI Angkatan III

Solo- Pada tanggal 28 hingga 30 Agustus 2024, diselenggarakan acara pembekalan untuk peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan III di Hotel Grand Mercure Solo. Sebanyak 387 peserta PIDI dan 146 peserta PIDGI mengikuti kegiatan ini.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat yang serius namun santai di antara narasumber, pendamping dan peserta ini terbilang sukses. Alur acara diawali dengan proses registrasi, makan siang bersama, hingga pre test bagi para peserta. Tepat pada pukul 13.30 WIB, pengarahan tentang peran Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Provinsi dalam pelaksanaan PIDI disampaikan oleh Rini Rachmawati dan Emil Bachtiar Moerad. Sementara di ruangan yang berbeda dilakukan sesi serupa dengan fokus pada fasilitasi KIKI Provinsi untuk PIDGI, oleh M. Taha Ma’ruf. Pukul 14.30 WIB, BPJS Tenaga Kerja Cab. Sudirman memberikan sosialisasi di aula PIDI, sementara Tim DTO membahas pencatatan dan pelaporan online di aula PIDGI. Selanjutnya, para peserta berkumpul bersama dalam acara pembukaan resmi yang dimulai pukul 16.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Sambutan pembukaan disampaikan oleh Riptieni Tri Lutiarsi, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Riptieni menegaskan komitmen Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk selalu mendukung dan membantu para peserta internsip. “Adik-adik tidak perlu ragu untuk meminta bantuan kami terkait pelaksanaan internsip,” katanya. Tiada lengkap rasanya tanpa ada sambutan hangat dari penyelenggara, yang pada kesempatan kali ini disampaikan oleh Dewi Indra Sari selaku Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi, Direktorat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan. Di dalam sambutannya, Dewi menaruh harapan besar bahwa para peserta PIDI dan PIDGI harus dapat menjalankan tugasnya dengan baik. ”Sebagai dokter yang baik, lakukan pekerjaan kalian, tanpa menekan pihak manapun”, tegas Dewi. Hal ini disampaikan terkait maraknya isu perundungan yang tengah menghangat. Akhirnya acara pembukaan di sore hari itu ditutup oleh penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) untuk kedua program.
Sebelum para peserta beranjak untuk rehat, Riptieni memberikan penjelasan tentang Kebijakan Program Kesehatan di Provinsi. Setelah sesi tersebut, peserta diminta kembali untuk mengikuti pembekalan mengenai Kebijakan PIDI dan PIDGI Nasional di tiga ruang berbeda. Pembekalan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta tentang kebijakan nasional masing-masing program. Karena jumlah peserta PIDI lebih banyak, mereka dibagi menjadi dua kelas: satu kelas besar dipandu oleh Emil Bachtiar Moerad dan satu kelas kecil dipimpin oleh Rini Rachmawati. Sementara di saat yang sama, kelas untuk peserta PIDGI dengan peserta yang lebih sedikit dilakukan dalam kelas kecil dibawah pimpinan M. Taha Ma’ruf.
Di hari kedua, giat dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan presensi dan refleksi. Pembagian peserta tetap dilakukan ke dalam tiga kelas, sama seperti pada hari pertama. Pendampingan intensif diberikan kepada seluruh peserta oleh para mentor. Pendampingan ini difokuskan pada penyusunan rencana aksi dan kegiatan yang akan dijalankan selama masa internsip, baik bagi peserta PIDI maupun PIDGI, untuk memastikan mereka siap menjalani tugas di lapangan dengan strategi yang terencana dan efektif.
Tepat pada pukul 08.00 WIB, kegiatan hari kedua dimulai dengan mini workshop mengenai orientasi klinis dan komunikasi efektif yang digelar di aula PIDI oleh KIKI/Pokja PIDI, diwakili oleh Rini Rachmawati dan Emil Bachtiar Moerad. Sementara itu, di aula PIDGI, KIKI/Pokja PIDGI yang dipimpin oleh M. Taha Ma’ruf, mengadakan sesi pembuatan jadwal dan penetapan target kinerja. Setelah jeda istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan post-test pada pukul 10.00 WIB di kedua aula. Sesi praktik kedokteran dan etika dilakukan hingga pukul 12.00 WIB di aula PIDI, sedangkan praktik kedokteran gigi di aula PIDGI. Setelahnya, sosialisasi pencatatan dan pelaporan online oleh Tim DTO diadakan di dalam aula besar, Dimana peserta PIDI dan PIDGI digabung menjadi satu kelas besar. Pada pukul 14.30 WIB, administrasi peserta pembekalan dipresentasikan di aula PIDI oleh Set KIKI Pusat dan di aula PIDGI oleh KIKI Pusat. Acara penutupan resmi dilangsungkan pada pukul 16.00 WIB, dipimpin oleh Riptieni Tri Lutiarsi, seperti saat pembukaan. Acara diakhiri dengan paparan dari BNI 46 dan pembagian buku rekening kepada para peserta.
Hari ketiga berfokus pada pemberangkatan peserta ke lokasi internsip di Rumah Sakit di sekitar Jawa Tengah, menandai akhir dari pembekalan dan awal masa internsip peserta PIDI dan PIDGI Jawa Tengah.
Seleksi Kolegium Kolegium Kesehatan Indonesia
Penyusunan Bezetting dan Formasi ASN Tahun 2024 di Lingkungan Ditjen Nakes
AKSELARASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) BERBASIS RUMAH...