Komitmen dalam Peningkatan SDM di Bidang Kesehatan, Bapelkes Semarang Lakukan Akreditasi Perpustakaan

Akreditasi perpustakaan adalah langkah strategis untuk menjamin mutu layanan sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 47 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang mengatur bahwa penyelenggaraan dan pengelolaan harus memenuhi Standar Nasional Perpustakaan. Bapelkes Semarang, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kesehatan, bertugas mengelola pelatihan bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendukung. Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan SDM di bidang kesehatan, Bapelkes Semarang melaksanakan akreditasi perpustakaan pada Jumat (13/12).
Khudori, Kepala Bapelkes Semarang menyampaikan bahwa perpustakaan yang terakreditasi merupakan salah satu pilar penting dalam proses belajar mengajar dan penelitian di lingkungan Bapelkes Semarang. Melalui akreditasi perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan.
Visitasi akreditasi perpustakaan dilakukan oleh asesor dari Perpustakaan Nasional RI, dengan pendampingan pustakawan dari Biro Komunikasi Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan dan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan. Terdapat sembilan komponen penilaian, antara lain Koleksi, Sarana dan Prasarana, Pelayanan, Tenaga, Penyelenggaraan, Pengelolaan, Inovasi dan Kreativitas, Tingkat Kegemaran Membaca, serta Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.
Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI, Adin Bondar, menyampaikan bahwa perpustakaan kini berperan lebih dari sekadar repositori pengetahuan. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi ruang kreativitas, ruang belajar, dan wadah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. “Perpustakaan tidak hanya mendukung pendidikan dan pengajaran, tetapi juga menjamin akses informasi dan pengetahuan secara luas,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan para asesor tidak hanya melakukan penilaian dari seluruh unsur, tetapi juga dapat memetakan beberapa hal dalam rangka pengembangan dan pembinaan perpustakaan. Akreditasi perpustakaan bukan hanya sebuah pencapaian status. Namun juga berbicara mengenai bagaimana meningkatkan kesadaran literasi dan menyajikan informasi yang berkualitas kepada stakeholder atau pengguna lain. (AN)
Seleksi Kolegium Kolegium Kesehatan Indonesia
Penyusunan Bezetting dan Formasi ASN Tahun 2024 di Lingkungan Ditjen Nakes
AKSELARASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) BERBASIS RUMAH...