Delegasi Indonesia di Konferensi AAAH ke-13 di Laos: Upaya Membangun Ketangguhan Tenaga Kesehatan di Asia-Pasifik

Vientiane, 31 Oktober 2024 – Konferensi Asia-Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) ke-13 yang diselenggarakan di Vientiane, Laos, telah berhasil mengumpulkan para pemangku kepentingan dari berbagai negara di Asia Pasifik untuk membahas ketahanan tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat masa depan. Dengan tema “Building a Resilient Health Workforce and Preparing for Future Public Health Emergencies,” konferensi ini menyoroti pentingnya sistem kesehatan yang kuat dan tangguh, terutama dalam menghadapi situasi darurat kesehatan publik.
Pandemi COVID-19 telah mengungkap kelemahan signifikan dalam sistem kesehatan di kawasan ini, terutama terkait kesiapan tenaga kesehatan dalam menangani krisis. Oleh karena itu, AAAH ke-13 mengusung agenda yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan untuk mengelola darurat kesehatan sekaligus menjaga fungsi dasar sistem kesehatan. Topik utama konferensi ini mencakup peningkatan penggunaan teknologi digital untuk tenaga kesehatan yang siap digital serta penguatan pelayanan kesehatan primer melalui pendekatan One Health.
Delegasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turut serta di ajang Konferensi Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) ke-13 yang berlangsung dari 28 hingga 31 Oktober 2024 ini. Pimpinan Delegasi Indonesia Anna Kurniati, selaku Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan, turut mengisi sesi diskusi panel bertajuk “Integrating Health Workforce Resilience into National Health Workforce Strategies to Build Preparedness for Public Health Emergencies”, membahas pentingnya strategi SDM kesehatan yang tangguh dalam menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat. Dalam sesi tersebut, Anna menekankan perlunya integrasi antara kesiapsiagaan kesehatan dengan perencanaan SDM kesehatan di tingkat nasional.
Selain Anna, delegasi Indonesia lainnya turut memberikan kontribusi dalam diskusi panel. Leni Kuswandari (Koordinator PMO Ditjen Tenaga Kesehatan) mempresentasikan topik “Resilient Health Workforce and Preparing for Future Public Health Emergencies (PHE) in Indonesia”, sementara Febrina Dwi Permata (Ketua Tim Kerja Digitalisasi Pelatihan) membahas “Competency-Based Training for the Public Health Workforce and HRHIS Integration”, dengan fokus pada pelatihan berbasis kompetensi dan integrasi sistem informasi SDM kesehatan di Indonesia.
Asia Pacific Action Alliance On Human Resources For Health (AAAH) telah berdiri sejak tahun 2005, merupakan sebuah organisasi regional yang dibentuk untuk menangani isu-isu terkait dengan Sumber Daya Manusia di sektor kesehatan di wilayah Asia Pasifik. Tujuan AAAH untuk memperkuat kolaborasi dan koordinasi antar negara di wilayah Asia Pasifik dalam mengatasi tantangan sebagai respon kesadaran internasional akan perlunya tindakan global dan regional. Saat ini, keanggotaannya mencakup 22 negara, akan terus bertambah di seluruh wilayah WHO (10 dari SEAR, 9 dari WPR, dan 3 dari EMR). Dengan berkumpulnya para ahli di AAAH, dengan jaringan yang luas dan kemampuan advokasi, dan kapasitas kolaborasi menjadikan AAAH sebagai platform yang tepat untuk diskusi dan berbagai best practice. Konferensi ini akan membahas tantangan dan solusi regional untuk meningkatkan ketahanan tenaga kesehatan dan kompetensi di bidang teknologi kesehatan. Pendekatan kolaboratif dengan target ketahanan sistemik, yang memungkinkan tenaga kesehatan kita untuk tetap berkomitmen kuat dan kompeten.
Dalam konferensi kali ini, Indonesia berhasil meraih penghargaan dari beberapa kategori atas dedikasi dan pencapaian dalam peningkatan kualitas SDM kesehatan, dimana Kementerian Kesehatan RI berhasil menjadi salah satu penerima penghargaan untuk kategori Digital Health. Kesuksesan delegasi Indonesia ini semakin spesial dengan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi AAAH ke-14 yang akan digelar pada periode 2025-2026. Anna Kurniati dipercaya untuk menjadi chairperson pada konferensi tersebut.
Pada hari terakhir konferensi, seluruh negara anggota dan mitra pembangunan mengadakan diskusi evaluasi serta persiapan untuk pelaksanaan berikutnya. Dalam kapasitasnya sebagai “chair-elected”, Anna menyampaikan bahwa tantangan di masa depan akan semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya kesadaran seluruh pemangku kepentingan serta perlunya memperluas kolaborasi dengan mitra-mitra baru guna mendukung seluruh program AAAH.
Dengan pencapaian ini, delegasi Indonesia tak hanya menunjukkan kapasitas dalam membangun SDM kesehatan nasional tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam peningkatan ketahanan sistem kesehatan di kawasan Asia Pasifik. (LA)
Seleksi Kolegium Kolegium Kesehatan Indonesia
Penyusunan Bezetting dan Formasi ASN Tahun 2024 di Lingkungan Ditjen Nakes
AKSELARASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) BERBASIS RUMAH...