Selamat Datang di Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI...

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Grand Final OPKI ke-2 Tahun 2026, Perkuat Mutu Pendidikan Bidan Indonesia

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Grand Final OPKI ke-2 Tahun 2026, Perkuat Mutu Pendidikan Bidan Indonesia

YOGYAKARTA, 1 OKTOBER 2026 – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan terus berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia. Sebagai wujud nyata dari pilar Transformasi SDM Kesehatan, Ditjen SDM Kesehatan bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menggelar Babak Grand Final Olimpiade Pendidikan Kebidanan Indonesia (OPKI) ke-2 Tahun 2026 yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 di Graha Bina Husada, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.


Ajang kompetisi nasional ini diselenggarakan dalam kerangka Program Kerja Sama Pemerintah Republik Indonesia dan United Nations Population Fund (UNFPA) Siklus 11 (2026–2030), dengan dukungan Global Affairs Canada (GAC) melalui Project IMPACT. Penyelenggaraan kegiatan juga didukung penuh melalui pendanaan hibah UNFPA di Ditjen SDM Kesehatan. Penyelenggaraan OPKI 2026 ditujukan untuk membangun ekosistem pendidikan kebidanan
yang unggul, adaptif, dan kolaboratif. Melalui ajang ini, diharapkan muncul budaya berprestasi, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan klinis bagi mahasiswa maupun dosen kebidanan.
Dalam sambutannya, Assistant Representative UNFPA Indonesia, Dr. Verania Andria, menyampaikan bahwa penguatan pendidikan kebidanan merupakan investasi strategis dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia.


Bidan yang kompeten dan terdidik sesuai standar International Confederation of Midwives (ICM) mampu mencegah hingga 67% kematian ibu dan bayi baru lahir. Upaya ini membuahkan hasil seiring penurunan AKI Indonesia berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menjadi 144 per 100.000 kelahiran hidup, dari sebelumnya 189 per 100.000 pada Sensus Penduduk 2020.
OPKI ke-2 Tahun 2026 disambut antusias oleh institusi pendidikan kebidanan di seluruh Indonesia dengan total pendaftar mencapai 141 peserta, terdiri dari 102 mahasiswa dan 39 dosen. Setelah melewati tahapan seleksi administrasi, babak penyisihan, dan babak semifinal secara daring sejak Agustus hingga September 2026, para peserta terpilih melaju ke Babak Grand Final secara luring di Yogyakarta.


OPKI ke-2 Tahun 2026 mempertandingkan tiga cabang kompetisi utama:
1. Lomba Cerdas Cermat Cepat Kebidanan (LC3 / LCC): Diikuti mahasiswa Program DIII Kebidanan untuk menguji penguasaan teori, etika profesi, serta kebijakan kesehatan nasional. Kategori ini diikuti oleh 61 peserta/tim pendaftar.
2. OSCE / Simulasi Kompetensi Kegawatdaruratan Maternal Neonatal: Menguji mahasiswa jenjang Sarjana dan Profesi dalam menerapkan keterampilan klinis, komunikasi, serta penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat dan profesional. Kategori ini diikuti oleh 41 peserta/tim pendaftar.
3. Inovasi Keterampilan Mengajar Kebidanan: Wadah bagi dosen kebidanan untuk menampilkan karya media dan strategi pembelajaran inovatif berbasis teknologi yang relevan dengan praktik klinis modern. Kategori ini diikuti oleh 39 dosen pendaftar.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut adalah daftar pemenang OPKI ke-2 Tahun 2026 untuk masing-masing cabang lomba:
● Lomba Inovasi Keterampilan Mengajar Kebidanan (Kategori Dosen): Nuriana Kartikasari (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta)
● Lomba Cerdas Cermat Kebidanan (Kategori DIII Kebidanan): Vincentia Selviana, dkk (Poltekkes Kemenkes Kupang)
● Lomba Simulasi Kegawatdaruratan Kebidanan (Kategori Sarjana & Profesi): Asmita Vivi Wahyuni (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta)


Pelaksanaan Grand Final OPKI 2026 turut dihadiri oleh jajaran pimpinan lintas lembaga dan organisasi profesi, antara lain Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Dr. Iswanto, S.Pd., M.Kes; First Secretary Development Embassy of Canada Ms. Lynette Corcino; Ketua Konsil Tenaga Kebidanan Dr. Bintang Petralina, M.Keb; Ketua Kolegium Kebidanan Ibu Gita Nirmala Sari, Ph.D; serta perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Zulvi Wijayanti, M.Keb., MKM.
Melalui kegiatan ini, Ditjen SDM Kesehatan berharap inovasi dan praktik baik yang dihasilkan para peserta dapat didokumentasikan serta diimplementasikan secara luas di berbagai institusi pendidikan kebidanan. Langkah kolaboratif ini diharapkan terus memperkuat mutu lulusan kebidanan yang kompeten, profesional, dan berkarakter demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia.