Ditjen SDMK Kemenkes RIDitjen SDMK Kemenkes RI

PERKUAT LAYANAN KESEHATAN ANAK, INDONESIA DORONG KOLABORASI EKONOMI APEC

22 Januari 2026

Indonesia mendukung penguatan kolaborasi antar ekonomi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dalam upaya memperkuat layanan kesehatan anak. Bersama sembilan ekonomi anggota APEC, Indonesia melalui Kementerian Kesehatan berbagi praktik terbaik untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam pengelolaan kesehatan anak, guna mendorong layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benyamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan kesehatan anak. “Forum APEC ini berbagi praktik terbaik (best practise), memperkuat kolaborasi, serta mendorong pendekatan inovatif dalam peningkatan layanan kesehatan anak,” ujar Benyamin secara daring.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum internasional tersebut di Kota Makassar. Menurutnya, workshop yang berlangsung 20-22 Januari 2026 ini menjadi momentum penting dalam merumuskan solusi bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan anak.

Menurut World Population Review, data menunjukkan angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) di beberapa ekonomi maju seperti Singapura dan Hong Kong berada pada kisaran 1,5–6,2 per 1.000 kelahiran hidup, sementara di Indonesia tercatat 18,9 per 1.000 kelahiran hidup, dan Papua Nugini mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup.

Perbedaan ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup anak, tetapi juga berpengaruh pada pembangunan sosial dan ekonomi jangka Panjang. Workshop ini diikuti oleh 9 dari 21 ekonomi anggota APEC, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Malaysia, Mexico, the Philippines, Chinese Taipei, Thailand, dan Viet Nam.

Melalui investasi berkelanjutan pada kapasitas tenaga kesehatan, forum ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan anak serta mendukung terwujudnya generasi Asia Pasifik yang lebih sehat dan berdaya saing di masa depan.