Kick-off Health Labour Market Analysis (HLMA) untuk Perkuat Kebijakan SDM Kesehatan Nasional Berbasis Data
Direktorat Jenderal SDM Kesehatan secara resmi menggelar Kick-off Health Labour Market Analysis (HLMA) pada Senin (9/12). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, dr. Yuli Farianti, M.Epid, sebagai langkah penguatan kebijakan SDM kesehatan berbasis bukti di Indonesia.
Health Labour Market Analysis merupakan pendekatan analisis komprehensif untuk memahami dinamika pasar tenaga kesehatan, mulai dari pendidikan dan pelatihan, ketersediaan dan distribusi tenaga, hingga kebutuhan layanan kesehatan di berbagai wilayah. Melalui HLMA, akan didapatkan gambaran SDMK di Indonesia yang akan digunakan untuk penyusunan kebijakan mengenai SDM Kesehatan.
Sebelum Kick-off, pada 8 Desember 2025 telah dilaksanakan lokakarya HLMA yang melibatkan seluruh direktorat dan tim kerja di lingkungan Direktorat SDMK. Lokakarya ini membahas isu prioritas SDM kesehatan, kebutuhan data, dan arah kebijakan yang akan dianalisis dalam proses HLMA.
“Health Labour Market Analysis merupakan fondasi penting bagi kebijakan SDM kesehatan ke depan. Saya mendorong seluruh direktorat untuk berkontribusi aktif dan memastikan data yang digunakan berkualitas, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar dr. Yuli Farianti.
Pelaksanaan HLMA akan berlangsung pada Januari hingga Mei 2026, dengan fokus pada pemerataan dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan serta penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan sistem kesehatan. Proses ini didukung oleh WHO Indonesia dan WHO Western Pacific Region (WPRO).
Dirjen SDMK juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, mitra, dan pemangku kepentingan yang telah mendukung persiapan HLMA. Diharapkan, hasil HLMA dapat menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan SDM kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan nasional secara menyeluruh.
