Ditjen SDMK Kemenkes RIDitjen SDMK Kemenkes RI

Kemenkes–WHO Gelar Seminar Internasional Diseminasi Laporan SOWN 2025 untuk Penguatan Keperawatan Indonesia

16 Desember 2025

Surabaya–Malang, 11–12 Desember 2025 — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) menyelenggarakan Seminar Internasional Diseminasi Laporan State of the World’s Nursing (SOWN) 2025 sebagai langkah strategis memperkuat peran dan kapasitas keperawatan di Indonesia.

Kegiatan berskala internasional ini dilaksanakan secara blended pada 11–12 Desember 2025, bertempat di Poltekkes Kemenkes Surabaya dan Poltekkes Kemenkes Malang, serta diikuti oleh sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes RI, dosen universitas, perawat, serta staf Kementerian Kesehatan.

Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes RI, Anna Kurniati, SKM, MA, Ph.D, menyampaikan bahwa laporan State of the World’s Nursing (SOWN) 2025 yang diterbitkan WHO memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi tenaga keperawatan global, mulai dari pendidikan, distribusi, migrasi, kondisi kerja, hingga proyeksi kebutuhan perawat hingga tahun 2030. “Diseminasi laporan SOWN 2025 ini menjadi sangat penting sebagai dasar
perumusan kebijakan dan investasi strategis untuk memperkuat keperawatan, khususnya dalam mendukung pelayanan primer dan pencapaian Universal Health Coverage,” ujarnya.

Seminar ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi SDM Kesehatan, dengan keperawatan sebagai fokus tematik utama. Poltekkes Kemenkes Surabaya dipilih sebagai lokus kegiatan karena jejaring aktifnya dengan WHO Collaborating Centre (WHO CC) serta perannya sebagai pusat pendidikan dan pelayanan keperawatan di wilayah Indonesia timur.

Hari pertama seminar menghadirkan dialog kebijakan melalui Panel SOWN Policy Dialogue, dengan narasumber internasional dan nasional, antara lain Dr. Carey McCarthy (WHO Headquarters), Dr. Midori Anami Akimoto (WHO Western Pacific Regional Office), serta para pakar dan pemangku kebijakan keperawatan Indonesia. Diskusi difokuskan pada isu pendidikan, ketenagakerjaan, pelayanan, dan kepemimpinan keperawatan dalam menghadapi tantangan
kesehatan global.

Sementara itu, hari kedua kegiatan di Poltekkes Kemenkes Malang menitikberatkan pada penguatan peran WHO Collaborating Centre on Nursing and Midwifery Development, termasuk optimalisasi kontribusinya dalam pengembangan Poltekkes dan penguatan SDM kesehatan nasional.

Melalui seminar ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai temuan utama SOWN 2025, tersusunnya strategi implementasi nasional, serta semakin kuatnya jejaring dan kerja sama internasional dalam pengembangan kelas internasional keperawatan di Indonesia.