Kemenkes - KP2MI Sinergi Bentuk Migrant Career Center (MiCare) di 38 Poltekkes
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sepakat memperkuat penyiapan tenaga kesehatan Indonesia untuk tembus ke pasar global. Kerja sama ini diwujudkan melalui pembentukan Migrant Career Center di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyiapan Pekerja Migran Indonesia Bidang Kesehatan yang disaksikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/4).
Indonesia memiliki 38 Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia melahirkan lebih dari 42.000 lulusan setiap tahunnya. Dengan proyeksi surplus perawat yang mencapai lebih dari 50.000 orang pada tahun 2029 memiliki potensi suplai yang melimpah.
Sejak tahun 2021, permintaan global seperti dari Jepang, Jerman, Arab Saudi, hingga Qatar terus melonjak, tetapi kita baru mampu memenuhi sekitar 20,4% dari 33.872 demand/job yang tersedia. Dalam tiga tahun terakhir, hanya sekitar 1.194 lulusan Poltekkes yang berhasil menembus pasar internasional. Kesenjangan ini bukan terjadi karena rendahnya kompetensi klinis, melainkan karena minimnya kesiapan bahasa, adaptasi budaya, serta ekosistem penempatan yang belum terstruktur.
Di sinilah Migrant Career Center (MiCare) hadir sebagai jawaban. MiCare bukan sekadar pusat informasi, melainkan sebuah ekosistem terpadu yang memastikan tenaga kesehatan kita siap secara mental, regulasi, hingga penguasaan Bahasa
Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal SDMK Kemenkes dan Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, KP2MI ini merupakan komitmen nyata untuk menjadikan MiCare sebagai simpul utama:
- Penyediaan informasi peluang kerja yang akurat, dan
- Peningkatan kapasitas dan penguatan kurikulum yang selaras dengan standar global.
Semoga langkah yang kita ambil hari ini menjadi tonggak sejarah bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama di kancah dunia. (Red/ hlg/Teg)
