Selamat Datang di Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI...

Indonesia dan Prefektur Mie Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM Kesehatan dan Penempatan Tenaga Kesehatan

Indonesia dan Prefektur Mie Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM Kesehatan dan Penempatan Tenaga Kesehatan

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Pemerintah Prefektur Mie, Jepang, memperkuat implementasi kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan melalui pengembangan pendidikan, program magang, dan penempatan tenaga kesehatan Indonesia di Jepang.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan resmi delegasi Prefektur Mie yang dipimpin Ketua Federasi Persahabatan Prefektur Mie–Indonesia (DPRD Prefektur Mie), Akiyoshi Inagaki, bersama tujuh anggota federasi yang juga merupakan anggota DPRD Prefektur Mie. Delegasi diterima oleh Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan, Ika Trisia.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kesehatan memaparkan perkembangan pendidikan tenaga kesehatan melalui 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes yang menyelenggarakan 509 program studi dengan sekitar 140.000 mahasiswa di seluruh Indonesia. Sejumlah Poltekkes telah mengembangkan kelas internasional, termasuk pembelajaran bahasa Jepang dan penguatan kompetensi di bidang perawatan lanjut usia (caregiver), sebagai bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Direktur Penyediaan SDM Kesehatan, Ika Trisia, menegaskan bahwa kerja sama dengan Prefektur Mie merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tenaga kesehatan Indonesia.

"Kerja sama dengan Prefektur Mie merupakan implementasi nyata kolaborasi Indonesia dan Jepang dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing global. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya membuka peluang karier bagi lulusan Poltekkes di Jepang, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan kompetensi SDM kesehatan, dan memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Ika Trisia.

Implementasi Kerja Sama Terus Diperkuat

Akiyoshi Inagaki menyampaikan bahwa Prefektur Mie merupakan prefektur pertama di Jepang yang menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada 2024 yang kemudian diperbarui pada 2025.

Sejak kerja sama tersebut dimulai, berbagai program telah dilaksanakan, antara lain matching seminar, penguatan pendidikan bahasa Jepang, koordinasi dengan Sending Organization melalui Asosiasi Persahabatan Prefektur Mie–Indonesia (APPI), serta sosialisasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan dan dunia usaha di Prefektur Mie.

Sebagai implementasi kerja sama, Program Internship Mahasiswa Keperawatan Indonesia di Prefektur Mie akan dilaksanakan pada 24 November–7 Desember 2026 dengan melibatkan 10 mahasiswa terbaik yang mewakili 10 Poltekkes Kemenkes. Selama dua minggu, para peserta akan memperoleh pengalaman langsung mengenai sistem pelayanan kesehatan, budaya kerja, dan kehidupan masyarakat di Jepang. Sepulangnya ke Indonesia, para peserta diharapkan membagikan pengalaman tersebut kepada mahasiswa lainnya sehingga semakin banyak lulusan Poltekkes yang tertarik berkarier di Jepang. Program internship ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga 2029 dengan jumlah peserta yang terus ditingkatkan.

Menjawab Kebutuhan Tenaga Keperawatan di Jepang

Delegasi Prefektur Mie menjelaskan bahwa Jepang menghadapi tantangan akibat meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan menurunnya angka kelahiran. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan tenaga keperawatan dan caregiver di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Sebagai contoh, Rumah Sakit Kota Nabari belum dapat mengoperasikan seluruh kapasitas layanannya karena keterbatasan tenaga keperawatan dan caregiver. Delegasi juga menyampaikan apresiasi terhadap tenaga kesehatan Indonesia yang dikenal memiliki kompetensi, keramahan, dan kepedulian tinggi dalam memberikan pelayanan kepada pasien lanjut usia.

Dalam kesempatan yang sama, Prefektur Mie memperkenalkan Universitas Keperawatan Prefektur Mie dan Akademi Kesehatan Masyarakat Prefektur Mie sebagai mitra potensial dalam pengembangan pendidikan, pertukaran mahasiswa, dan kolaborasi akademik. Sepanjang tahun ini, Prefektur Mie juga telah menyelenggarakan seminar di Kota Tsu, Yokkaichi, dan Ise untuk memperkuat jejaring antara fasilitas pelayanan lansia di Jepang dengan tenaga kesehatan Indonesia.

Perluasan Peluang Penempatan Tenaga Kesehatan

Selain mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan, kedua belah pihak juga membahas pengembangan kerja sama penempatan tenaga kesehatan Indonesia di Prefektur Mie. Dalam pembahasan awal, terbuka peluang peningkatan kapasitas penerimaan tenaga kesehatan Indonesia hingga sekitar 400 tenaga, menyesuaikan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan di Prefektur Mie. Pembahasan lebih lanjut mengenai kebutuhan tenaga kerja, mekanisme penempatan, tahapan implementasi, serta pengembangan jalur karier menuju perawat teregistrasi (registered nurse) akan dilaksanakan melalui pertemuan teknis berikutnya.

Kementerian Kesehatan juga menyampaikan harapan agar pemerintah Jepang terus memperkuat pendampingan bagi mahasiswa maupun tenaga kesehatan Indonesia selama menjalani pendidikan dan bekerja di Jepang. Menanggapi hal tersebut, delegasi Prefektur Mie menjelaskan bahwa berbagai layanan konsultasi telah disediakan untuk mendukung proses adaptasi, kehidupan sehari-hari, serta pengembangan karier tenaga kesehatan Indonesia.

Mempererat Persahabatan Indonesia–Jepang

Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang. Delegasi Prefektur Mie menyampaikan apresiasi atas keramahan masyarakat Indonesia serta pentingnya memperkenalkan budaya dan kontribusi Indonesia di bidang perawatan lanjut usia kepada masyarakat Jepang guna memperkuat saling pengertian antara kedua negara. Sebagai simbol persahabatan, Kementerian Kesehatan menyerahkan cendera mata berupa miniatur kapal Pinisi kepada delegasi Prefektur Mie. Sebaliknya, delegasi Prefektur Mie menyerahkan kerajinan tradisional Kumiko, karya seni kayu khas Jepang yang melambangkan ketelitian, harmoni, dan semangat kolaborasi. Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat implementasi kerja sama melalui pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi SDM kesehatan, perluasan program magang, serta penempatan tenaga kesehatan Indonesia di Prefektur Mie guna mendukung kebutuhan tenaga kesehatan di Jepang sekaligus membuka peluang karier internasional bagi lulusan Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan hubungan Mie Prefectural Parliament dan Ditjen SDM Kesehatan, kegiatan diakhiri dengan penukaran cinderamata dan berfoto bersama. Akiyoshi Inagaki (kanan), dr Ika Trisia (kiri)