Direktorat Jenderal SDMK dan JICA (Japan International Cooperation Agency) Menyelenggarakan Seminar KAIGO 2025
Direktorat Jenderal SDMK dan JICA menyelenggarakan seminar KAIGO 2025 bertempat di Auditorium dr. Herman Susilo, MPH (18/9) tujuan dari pertemuan ini adalah menjadi forum penting untuk berbagi pengalaman kebijakan dan praktik terbaik dalam sistem kesejahteraan lansia dan pengembangan tenaga kerja perawatan yang telah diterapkan di Jepang.
Dibuka oleh Anna Kurniati Direktur Penyediaan SDM Kesehatan dan di hadiri oleh Deputy Director General for Health and Welfare of the Elderly and Persons with Disabilities (Mr. Toshihiro Hayashi)., Senior Representative JICA Indonesia (Mr. Kenji Okamura)., Health Advisor JICA Indonesia (Bapak dr. Anung Sugihartono, M.Kes)., First Secretary (Health and Welfare), Economic Section, Representative from Embassy of Japan (Mr. Masashi Tetsuhashi)., Chief Advisor Project for Enhancement of Caregiver Competency (Mr. Satoshi Yonemaru)
Seminar ini sebagai wujud kerja sama yang erat antara Kementerian Kesehatan RI dan JICA, serta dukungan dari MHLW Jepang . melalui seminar ini, kita akan memperoleh wawasan mengenai :
- Pengalaman Jepang dalam merespons penuaan populasi secara sistemik,
- Pengembangan sistem Asuransi Perawatan Jangka Panjang (PJP), dan
- Peluang kerja bagi tenaga perawatan Indonesia melalui berbagai skema kerja sama seperti EPA, TITP, dan SSW.
Topik-topik ini sangat relevan bagi Indonesia dalam merancang kebijakan dan program pelatihan caregiver yang terintegrasi, berstandar internasional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya Anna Kurniati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Jepang melalui MHLW dan JICA atas dukungan yang konsisten dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan Indonesia. Kehadiran para pakar dari Jepang dan para mitra lintas kementerian/lembaga Indonesia menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam menghadapi fenomena penuaan penduduk dan meningkatnya kebutuhan tenaga perawatan lansia.
Sinergi yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan mendukung Transformasi SDM Kesehatan Indonesia, terutama pada pilar pengembangan tenaga kesehatan yang siap menghadapi dinamika global. (Red/ hlg)
